Pengertian Readability dan Legibility dalam tipografi

Secara Etimologi Pengertian Tipografi ,berasal dari bahasa yunani yaitu Typos artinya bentuk sedangkan Graphein artinya menulis.
Pengertian Readability dan Legibility dalam tipografi
Tipografi
Tipografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang suatu seni dalam penyusunan huruf. Nah huruf tersebut harus memiliki 2 faktor yang penting yaitu Readability dan Legibility karena memudahkan untuk pembaca. Apa itu Readability dan Legibility ? . saya akan menjelaskannya secara rinci di bawah.

Pengertian Readability

Pengertian Readability (Keterbacaan) adalah kualitas huruf yang menentukan tingkat keterbacaan  dalam kuantitas, seberapa bagus tulisan dan seberapa mudah dibacanya. Dalam menggabungkan huruf dan huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain. 

Khususnya Jarak antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara matematika, tetapi harus dilihat dan dirasakan. Ketidak cocokkan menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca suatu keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu desain komunikasi visual terkesan kurang jelas. 

Huruf-huruf yang digunakan mungkin sudah cukup legible, tetapi apabila pembaca merasa cepat capai dan kurang dapat membaca teks tersebut dengan lancar, maka teks tersebut dapat dikatakan tidak readible.

Keterbacaan merupakan derajat kemudahan sebuah tulisan untuk dipahami maksudnya. Keterbacaan antara lain bergantung pada kosakata dan bangun kalimat yang dipilih oleh pengarang untuk tulisannya. 

Tulisan yang banyak mengandung kata yang tidak umum lebih sulit untuk dipahami daripada yang menggunakan kosakata sehari-hari, yang sudah dikenal oleh pembaca pada umumnya.

Pada papan iklan, penggunaan spasi yang kurang tepat sehingga mengurangi kemudahan pengamat dalam membaca informasi dapat mengakibatkan pesan yang disampaikan tidak seluruhnya ditangkap oleh pengamat. 

Apabila hal ini terjadi, maka dapat dikatakan bahwa karya desain komunikasi visual tersebut gagal karena kurang komunikatif. Kerapatan dan kerenggangan teks dalam suatu desain juga dapat mempengaruhi keseimbangan desain. 

Teks yang spasinya sangat rapat akan terasa menguasai bidang void dalam suatu bentuk, sedangkan teks yang berjarak sangat jauh akan terasa lebih seperti tekstur.

Keterbacaan merupakan tingkat kesukaran wacana yakni pengukuran suatu wacana. Ada dua faktor yang mempengaruhi keterbacaan wacana yaitu : kata-kata yang sukar dan panjangnya kalimat pada wacana.

Pengertian Legibility

Sedangkan Legibility adalah tingkat keterdeteksian huruf saat dipotong dengan ekstrim hingga bagian tertentu yang masih bisa dikenali. Legibility menentukan tingkat keterbacaan huruf dalam kondisi yang sulit, seperti saat digerakkan dalam kecepatan tinggi, cahaya remang, dan lain-lain. Maksudnya agar si huruf mudah dikenali dan mudah di baca.

Legibility merupakan kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain sebagainya , yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf. 

Untuk menghindari hal ini, maka seorang desainer harus mengenal dan mengerti karakter daripada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain itu, penggunaan huruf yang mempunyai karakter yang sama dalam suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca dengan tepat, seperti contoh di bawah ini. 

Legibility dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan warna, dan frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat keterbacaan adalah kemudahan suatu susunan huruf terbaca berdasarkan susunan huruf, kerapatan, besar huruf, dan kerumitan kalimat.

Faktor yang memengaruhi Readability dan Legibility

Readability

  • Jenis Huruf
  • Ukuran
  • Pengaturan Warna 
  • Kontras Warna

Legibility

  • Kerumitan Huruf
  • Penggunaan Warna
  • Frekuensi Penghemat
Itulah pengertian dari Readability dan Legibility dan beberapa fungsinya.

Pengertian grid dalam desain grafis

Sistem grid adalah serangkaian pengukuran yang dapat digunakan oleh perancang grafis untuk digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid systems seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang sudah diciptakan.

Dalam istilah yang lebih mendasar (yang membuatnya lebih mudah dipahami!), Sistem grid adalah cara menyediakan sistem yang dapat digunakan oleh desainer untuk menyusun dan menyajikan konten dan citra dengan cara yang jauh lebih mudah dibaca dan dapat dikelola.
Pengertian grid dalam desain grafis
Cara tradisional membuat Grid
Meskipun ada beberapa kategori sistem grid yang berbeda, tidak ada aturan ketat tentang apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan tanpa grid itu terserah Anda. Panduan apa pun yang bisa membantu Anda untuk membentuk desain akhir yang penting desain tersebut sesuai dengan keinginan Anda. Menggunakan sistem grid dalam desain Anda adalah salah satu cara untuk mencapai tingkat konsistensi yang akan sangat sulit untuk dikuasai dan digambarkan dalam desain Anda.

Cara tradisional membuat grid adalah dengan melakukannya menggunakan Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator. Konsep sistem grid generatif sangat kuat, tetapi juga sangat kurang dimanfaatkan. Bahkan hal yang sederhana seperti program grid yang fleksibel tidak ada saat ini.

Meskipun sistem grid yang Anda gunakan adalah sesuatu yang pada akhirnya tidak akan terlihat oleh pengguna. Anda dapat menggunakannya untuk membantu dalam membuat layout untuk desain Anda. Namun, seperti semua aturan saat merancang (dan terkadang saat mengembangkan) aturan dibuat untuk dilanggar.

Anda mungkin tidak perlu selalu menempel pada formasi grid Anda, tetapi Anda perlu memahami sistem grid, sebelum Anda dapat berkomitmen untuk melanggar sebuah aturan. Sistem Grid sangat diperlukan sebagai dasar pola dalam menyusun huruf dan gambar dalam jumlah yang banyak, seperti buku, brosur, catalog, surat kabar, dan majalah. Untuk rancangan yang berjumlah satu halaman atau sedikit, penerapan grid systems sering diabaikan.

Sistem Grid dalam sebuah rancangan grafis digunakan sesuai dengan kebutuhan komposisi, ada yang hanya menggunakan satu buah kolom vertikal hingga multi kolom yang menggunakan dua titik koordinat X dan Y (horizontalvertikal).
Pengertian grid dalam desain grafis
Sistem Grid
Grid systems difungsikan sebagai perangkat bantu dalam memonitor setiap penempatan elemen-elemen visual pada sebuah bidang rancangan. Ukuran kertas merupakan salah satu awal keputusan dalam menentukan sebuah komposisi desain cetak.

Keuntungan Menggunakan Grid

Ada banyak keuntungan menggunakan sistem grid - Hal yang baik tentang sistem grid adalah bahwa mereka memungkinkan Anda untuk mendesain dalam proporsi, menyeimbangkan antara semua elemen yang berbeda yang mungkin Anda miliki dalam desain Anda.

Baca juga : Elemen-elemen Desain Grafis

Sebuah sistem grid harus selalu sangat fleksibel, sehingga Anda hampir dapat memutarnya sesuai kebutuhan saat Anda mendesain bagian-bagian berbeda dari desain Anda. Menggunakan sistem grid di desain Anda juga memungkinkan untuk rasa keseragaman dan keakraban.

Kekurangan Menggunakan Sistem Grid

Sistem Grid juga memiliki kekurangan terutama bagi mereka yang baru untuk merancang dengan grid - mungkin menemukan bahwa sistem grid cukup mencekik dan membatasi kreativitas. Sistem grid juga sangat sulit. Karena Sistem Grid memiliki peraturan yang sangat ketat dan sulit hal ini terasa seperti mencegah Anda untuk berkreativits.

Menggunakan sistem grid dalam mendesain sebuah karya grafis memang sangat penting karena bisa memudahkan kita untuk menentukan proporsi dan menyeimbangkan antara elemen-elemen desain yang ada. Menggunakan sistem grid untuk mendesain sebuah karya grafis itu tergantung Anda sendiri.

Apa yang dimaksud warna?

Ketika kita melihat pelangi  sangat indah bukan kenapa hal itu terjadi karena adanya warna yang membuat kita terpukau karena dengan warnanya yang berurutan kalian tau apa itu warna?, Mengapa Warna bisa terjadi?.
pengertian warna
Warna
Warna dapat diartikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman sebuah indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang dari sebuah gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan sebuah bentuk pancaran energi  yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.

Cahaya yang bisa ditangkap oleh indera manusia mempunyai panjang gelombang antara 380 sampai 780 nanometer saja. Cahaya antara dua jarak tersebut dapat diurai oleh prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu, violet,biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah.

Di luar cahaya ungu /violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang Hertz,gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak digunakan untuk pemancaran radio dan TV.

Proses terjadinya warna adalah adanya sebuah cahaya yang menimpa benda, dan benda tersebut memantulkan sebuah cahaya ke mata (retina) kita sehingga terlihatlah sebuah warna. Benda berwarna merah karena sifat pigmennya tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya.

Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda yang berwarna putih karena sifat pigmennnya tersebut memantulkan semua warna pelangi. Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain.

Warna juga merupakan elemen yang sangat penting dalam ruang lingkup seni rupa, bahkan secara umum warna merupakan bagian penting dari segala aspek kehidupan manusia. Hal tersebut dapat kita lihat dari semua benda yang dipakai oleh manusia, semua peralatan, pakaian, bahkan alam disekeliling kita merupakan benda yang berwarna.Oleh karena itu pentingnya peranan warna bagi manusia warna sering kali dipakai sebagai elemen estetis, sebagai representasi dari alam, warna sebagai komunikasi, dan warna sebagai ekspresi.

Apa yang di maksud Layout?

Penjelasan mengenai layout

Layout adalah sebuah sket rancangan awal untuk menggambarkan organisasi unsur-unsur komunikasi grafis yang ingin disertakan. Usaha menyusun, menata dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, warna dan lain-lain) menjadi media komunikasi visual yang komunikatif, estetik, persuasif, menarik, dan mendukung pencapaian tujuan secara cepat dan tepat dikenal dengan istilah tata letak.
Apa itu Layout?
layout
Mendapatlan komposisi yang proporsional terkait juga dengan kegiatan tata letak, kemudian ditangkap dan dibaca maksud ataupun pesan yang akan terkandung di dalamnya, termasuk kemampuan membangun sebuah kesan, persuasif dan bahkan sugestif, baik gambar maupun teksnya.

 Desainer lebih baik membuat berbagai alternatif layout sebanyak mungkin sampai menemukan sebuah layout ideal semaksimal mungkin untuk menhindari hambatan pada proses kedepannya. Bob Cotton dalam buku The Guide to Graphic design (1990:52) menyebutkan bahwa dalam proses desain, setelah didapatkan gagasan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan bentuk sketsa awal (thumbnail design) principle kemudian dikembangkan lagi ke dalam serangkaian gambar alternatif (visual rough) yang masih akan diperbaiki. Langkah ini disebut dengan tahap awal pembuatan visualisasi akan difinalisasi.

Prinsip layout/melayout

         Dapat dianalogikan sebagai suatu formula untuk membuat suatu layout yang baik. Hasil maksimal dengan latihan dan eksplorasi terus menerus.

Prinsip dasar layout adalah juga prinsip dasar desain grafis, antara lain:

  1. Urutan: Kita membuat prioritas mana yang dibaca pertama hingga yang boleh dibaca belakangan
  2. Penekanan: Penekanan yang kuat hingga menjadi pusat perhatian yang dapat diciptakan dengan beberapa cara:
    1. Ukuran yang lebih besar
    2. Warna yang kontral atau berbeda
    3. Letak atau posisi yang strategis menarik perhatian
    4. Menggunakan bentuk atau style berbeda dari yang lain
  3. Keseimbangan: Pembagian berat yang merata dalam suatu bidang layout. Bukan berarti seluruh bidang dipenuhi dengan elemen atau object. Lebih menghasilkan kesan simbang (simetris atau tidak simetris).
  4. Kesatuan: selayaknya kita menggunakan pakaian celana atau rok dengan baju, sepatu dengan ikat pinggang, satu sama lainnya. Apakah saling cocok atau tidak.

Pengertian Desain Grafis adalah

Desain grafis biasa di sebut desain komunikasi, adalah seni dan praktik perencanaan dan memproyeksikan gagasan dan pengalaman dengan konten visual dan tekstual. Bentuk yang dibutuhkan bisa bersifat fisik atau virtual dan bisa termasuk gambar, kata, atau grafis.

Pengertian Desain Grafis adalah
Desain Grafis
Desain grafis biasa di sebut desain komunikasi, adalah seni dan praktik perencanaan dan memproyeksikan gagasan dan pengalaman dengan konten visual dan tekstual. Bentuk yang dibutuhkan bisa bersifat fisik atau virtual dan bisa termasuk gambar, kata, atau grafis. Pengalaman bisa berlangsung dalam sekejap atau dalam jangka waktu yang panjang.

Pekerjaan dapat terjadi dalam skala apapun, mulai dari perancangan logol hingga sistem tanda pos nasional. Hal ini dapat ditujukan untuk sejumlah kecil orang, seperti buku satu atau lebih edisi terbatas atau desain pameran, atau dapat dilihat oleh jutaan orang, seperti juga konten digital dan fisik yang saling terkait dalam sebuah organisasi berita internasional. Bisa juga untuk tujuan apa pun, entah komersial, pendidikan, budaya, atau politik.

Desain yang harus dialami dalam sekejap adalah yang paling mudah dikenali. Perancang mengatur jenis, bentuk, dan gambar pada poster, iklan, paket, dan barang cetakan lainnya, serta visualisasi informasi dan grafik untuk surat kabar dan majalah.

Desain semacam ini sering disalahartikan dengan ilustrasi, namun sementara ilustrator menciptakan atau menggambar gambar sebagai tanggapan atas sebuah gagasan, perancang menggabungkan ilustrasi, foto, dan jenis untuk mengkomunikasikan ide. Salah satu cara untuk memahami hal ini adalah dengan mempertimbangkan perbedaan antara pembuat furnitur dan desainer interior.

Seseorang membuat objek tertentu untuk tujuan tertentu, sementara yang lain memikirkan bagaimana semua benda dan permukaan ruangan menciptakan lingkungan bagi orang yang melewatinya. Para ilustrator yang baik seringkali merupakan desainer yang mampu dan sebaliknya, sehingga sulit membedakan antara dua praktik tersebut.

Grafik gerak sama-sama ditentukan sebelumnya dan dibuat namun dimaksudkan untuk dialami selama rentang waktu yang tetap, seperti kredit pembuka film atau video online yang menjelaskan bagian dari artikel surat kabar. Mereka biasanya melampaui suara visual, curating dan cueing untuk memindahkan grafis vektor, foto, dan video.

Perbedaan antara motion graphics dan videography atau animasi sama dengan perbedaan antara grafis dua dimensi dan ilustrasi. Grafik gerak menggabungkan animasi, videografi, dan tipografi untuk tujuan komunikatif, dan kombinasi ini dari waktu ke waktu dan ruang layar merupakan desain.

Baik fisik atau digital, buku dan majalah dimaksudkan untuk dinikmati dari waktu ke waktu, di mana pembaca memiliki kendali atas kecepatan dan urutan pengalaman. Di buku, konten biasanya hadir sebelum disain, sedangkan di majalah, disain adalah struktur yang mengantisipasi konten tertulis dan visual yang belum diciptakan.

Beberapa situs komersial atau katalog pameran juga sesuai dengan kategori ini, seperti juga pameran museum digital atau fisik yang menunjukkan informasi yang tidak berubah. Semua memiliki konten dalam urutan yang disarankan yang telah dipikirkan sebelumnya, namun pengguna atau pembaca menemukan jalannya sendiri melalui materi.

Penjelasan mengenai software photoshop dan sejarahnya

Penjelasan Mengenai  Software Photoshop

Adobe Photoshop merupakan sebuah editor grafis raster yang dikembangkan dan diluncurkan oleh Adobe Systems untuk macos dan Windows.

Penjelasan mengenai software photoshop dan sejarahnya
logo photoshop

Photoshop diciptakan pada tahun 1988 oleh Thomas dan John Knoll. Sejak itu, telah menjadi standar industri de facto dalam pengeditan grafis raster, sehingga kata "photoshop" telah menjadi kata kerja seperti pada "ke Photoshop sebuah gambar," "photoshopping" dan "photoshop contest", meskipun Adobe menghambat penggunaan tersebut. Ini dapat mengedit dan menyusun gambar raster di beberapa lapisan dan mendukung masker, komposisi alfa dan beberapa model warna termasuk RGB, CMYK, CIELAB, warna spot dan duotone.

Photoshop memiliki dukungan luas untuk format file grafis namun juga menggunakan format file PSD dan PSB sendiri yang mendukung semua fitur yang disebutkan di atas. Selain grafis raster, photshop juga memiliki kemampuan terbatas untuk mengedit atau membuat sebuah teks, grafik vektor (terutama melalui jalur kliping), grafik 3D dan juga  video.

Set fitur Photoshop dapat diperluas dengan plug-in Photoshop, program dikembangkan dan didistribusikan secara terpisah dari Photoshop yang dapat berjalan di dalamnya dan menawarkan fitur baru atau yang disempurnakan.

Skema penamaan Photoshop pada awalnya di dasari pada nomor versi. Namun, pada bulan Oktober 2002, setelah diperkenalkannya pencitraan merek Creative Suite, setiap versi baru Photoshop ditunjuk dengan "CS" ditambah angka; mis., versi delapan besar Photoshop adalah Photoshop CS dan versi mayor kesembilan adalah Photoshop CS2. Photoshop CS3 melalui CS6 juga didistribusikan dalam dua edisi yang berbeda: Standard and Extended.

Pada bulan Juni 2013, dengan diperkenalkannya merek Creative Cloud, skema lisensi Photoshop diubah menjadi perangkat lunak sebagai model rental layanan dan sufiks "CS" diganti dengan "CC". Secara historis, Photoshop dibundel dengan perangkat lunak tambahan seperti Adobe ImageReady, Adobe Fireworks, Adobe Bridge, Adobe Device Central dan Adobe Camera RAW.

Di samping Photoshop, Adobe juga mengembangkan dan mempublikasikan Photoshop Elements, Photoshop Lightroom, Photoshop Express dan Photoshop Touch. Secara kolektif, mereka dicap sebagai "The Adobe Photoshop Family". Saat ini merupakan perangkat lunak berlisensi.

Sejarah Photoshop

Photoshop dikembangkan pada tahun 1987 oleh saudara Amerika Thomas dan John Knoll, yang menjual lisensi distribusi ke Adobe Systems Incorporated pada tahun 1988. Thomas Knoll, seorang mahasiswa PhD di University of Michigan, mulai menulis sebuah program di Macintosh Plus untuk menampilkan gambar grayscale pada layar monokrom.

Program ini, yang disebut Display, menarik perhatian saudaranya John Knoll, pegawai Industrial Light & Magic, yang merekomendasikan agar Thomas mengubahnya menjadi program editing gambar lengkap.

Thomas mengambil istirahat enam bulan dari studinya pada tahun 1988 untuk berkolaborasi dengan saudaranya dalam program ini. Thomas menamai ulang program ImagePro, tapi namanya sudah diambil. Belakangan tahun itu, Thomas menamai ulang programnya Photoshop dan menyelesaikan kesepakatan jangka pendek dengan produsen pemindai Barneyscan untuk mendistribusikan salinan program tersebut dengan pemindai slide; sebuah "total sekitar 200 eksemplar Photoshop dikirim" dengan cara ini.

Selama masa ini, John pergi ke Silicon Valley dan memberikan demonstrasi program kepada para insinyur di Apple dan Russell Brown, direktur seni di Adobe. Kedua pertunjukan tersebut berhasil, dan Adobe memutuskan untuk membeli lisensi tersebut untuk didistribusikan pada bulan September 1988.

Sementara John bekerja di plug-in di California, Thomas tetap tinggal di Ann Arbor menulis kode. Photoshop 1.0 dirilis pada tanggal 19 Februari 1990 untuk Macintosh secara eksklusif. Versi Barneyscan menyertakan fitur pengeditan warna lanjutan yang dilucuti dari versi pengiriman Adobe yang pertama.

Penanganan warna perlahan membaik dengan setiap pelepasan dari Adobe dan Photoshop dengan cepat menjadi standar industri dalam editing warna digital. Pada saat Photoshop 1.0 dirilis, retouching digital pada sistem high end yang berdedikasi, seperti Scitex, menghabiskan biaya sebesar kisaran $ 300 per jam untuk retouching foto dasar.

Pengertian Desain Grafis menurut para ahli

Pengertian/Definisi Desain Grafis menurut para ahli

Dalam bekerja di dunia desainer grafis kita harus mengetahui berbagai prinsip/definisi demi mencapai hasil akhir yang baik. Pengertian desain menurut para ahli yang akan dijelaskan di bawah ini:
  • Definisi menurut Suryanto, Desain Grafis adalah "Aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri". 
  • Definisi menurut Danton Sihombing,mengatakan bahwa Desain Grafis adalah "Mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi".
  • Definisi menurut Jessica Helfand, mengatakan bahwa Desain Grafis adalah "Kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat".
  • Definisi menurut Michael Kroeger, mengatakan bahwa Desain Grafis adalah "Visual Communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran".
  • Definisi menurut Warren, mengatakan Desain Grafis adalah "Suatu terjemahan dari ide dan tempat kedalam beberapa jenis urutan struktural dan visual".
  • Definisi menurut Blanchard, mengatakan bahwa Desain Grafis adalah "Suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni, dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan".
      Berdasarkan pengertian Desain Grafis menurut Para Ahli diatas, dapat kita simpulkan bahwa Desain Grafis adalah salah satu bentuk dari seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang pembuat atau kita untuk memilih, menciptakan, atau mengatur ilustrasi, foto, tulisan, dan garis dengan tujuan untuk diproduksi dan dipublikasikan sebagai sebuah pesan kepada khalayak umum. Desain Grafis yang dibuat bisa atas pesanan seorang klien ataupun inisiatif pribadi.
Pengertian Desain Grafis menurut para ahli
Desain Grafis
Sekian Info mengenai pengertian desain grafis menurut para ahli terus kunjungi blog infommda untuk berita seputar multimedia menarik lainnya.

Pengertian Prinsip Desain Grafis

Dalam bekerja di dunia desainer grafis kita harus mempertimbangkan berbagai prinsip demi mencapai hasil akhir yang baik. Prinsip-prinsip desain yang akan dijelaskan di  bawah ini bukanlah sebuah nilai mati bahwa desain yang paling baik adalah seperti apa yang dikandung dalam prinsip tersebut. Tetapi sekadar saran beginilah seharusnya desain Karena sesungguhnya tidak ada penilaian bagus atau jelek atas sebuah bentuk desain.
Prinsip-prinsip desain grafis
Prinsip-prinsip desain grafis

Desain Grafis memiliki beberapa Prinsip yang menentukan bagus atau jeleknya sebuah desain itu juga tergantung dari desainernya sendiri. Berikut beberapa macam Prinsip-prinsip Desain Grafis:

Kesederhanaan 

Pertama ada Kesederhanaan , Kesederhanaan merupakan sebuah hal logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya.

Huruf judul ( headline ), subjudul dan tubuh berita ( body text ) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet , seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Para Desainer juga biasa menyebut prinsip ini dengan singkatan KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong ( white space ) .

Keseimbangan 

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu : Keseimbangan Formal (simetris) dan Keseimbangan Informal.

Keseimbangan Formal memberikan kesan yang sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Sedangkan Keseimbangan Informal bermanfaat menghasilkan sebuah kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Kesatuan (Unity) 

Selanjutnya ada Kesatuan, Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Ilustrasi, garis dan teks tentang terjadinya sebuah tsunami dijadikan satu dalam sebuah books garis dan diberi raster memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksudkan.

Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita.

Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya.

Irama 

Yang terakhir ada Irama, Irama merupakan sebuah pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang diletakan pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun sama.

Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Itulah beberapa prinsip Desain Grafis yang bisa kalian gunakan sebagai referensi dalam membuat sebuah desain.

Macam-macam Elemen Desain Grafis

Seperti yang kita ketahui Desain grafis adalah sebuah seni yang dekat dengan apa yang biasa kita sebut sebagai keindahan (estetika). Keindahan merupakan sebuah kebutuhan dari setiap manusia,karena keindahan mengandung sebuah  nilai-nilai subyektivisme.
Macam-macam Elemen Desain Grafis
Elemen desain grafis
Oleh sebab itu kualitas rasa seni seseorang pasti berbeda pula. Nah, dalam menghasilkan karya visual desain grafis yang menarik dan bernilai seni, pemahaman terhadap elemen-elemen atau unsur-unsur dasar desain grafis adalah wajib kita ketahui. Unsur-unsur Desain Grafis terdapat beberapa diantaranya :

1. Garis 

Yang Pertama ada Garis , Garis dalam desain grafis dapat dibagi 4, yaitu: vertikal, horizontal, diagonal, dan kurva. Dalam pekerjaan desain grafis, garis biasanya digunakan untuk memisahkan posisi antara elemen satu dengan yang lainnya di dalam halaman. Selain itu bisa digunakan sebagai penunjuk bagian-bagian tertentu dengan tujuan sebagai penjelas kepada pembaca. Dalam konteks tabloid misalnya kita bisa menggunakan garis untuk memisahkan nama rubrik dengan berita.

2. Bentuk

Yang Kedua ada Bentuk, Bentuk merupakan suatu bidang yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah kontur (garis) dan atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh  gelap terang pada arsiran atau karenanya adanya tekstur. Bentuk bisa berupa wujud alam (figur), yang tidak sama sekali menyerupai wujud alam (non figur).

Bentuk memiliki perubahan wujud berupa stilisasi, distorsi, dan transformasi. Makna ini dikonstruksi dalam grafis dua dimensi. Biasa disebut area Sedangkan dalam grafis 3 dimensi bentuk disamaartikan dengan massa.

3. Ruang

Yang Ketiga ada Ruang, Ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah, tampak melalui indra penglihatan. Elemen ini dalam praktik desain grafis koran misalnya digunakan sebagai elemen ruang bernafas bagi mata pembaca. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu lelah membaca teks yang terlalu panjang.

Dan ruang kosong memberikan penegasan pemisah antar kolom teks koran. Selain itu memberikan kesan desain yang lapang dan rapi. Hal ini diistilahkan dengan white space (ruang kosong). Ruang kosong berarti ketidakberadaan teks ataupun gambar. Ruang juga biasa disebut Margin atau pembatas antara sisi object dengan sisi main (Teks).

4. Tekstur

Yang Keempat ada Tekstur, Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan (material), yang sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, baik dalam bentuk nyata ataupun semu. Misalnya kesan tekstur Besi, Kapas atau kaca.
Contoh Penggunaan Tekstur

5. Warna

Yang Terakhir ada Warna, Warna sudah jadi tidak asing lagi di telinga kita. Warna Adalah sebuah obyek ditentukan bagaimana cahaya yang jatuh pada obyek dan dipantulkan ke mata kita.

Sebab cahaya memiliki spektrum (rangkaian sistematis) warna, dan spektrum warna tersebutlah yang membantu manusia mengenali warna. Spektrum warna secara fisika direpresentasikan dengan cahaya putih, semisal dari matahari atau bola lampu.

Sekian informasi mengenai elemen desain grafis Subscribe untuk mengetahui berita mengenai Dunia Multimedia atau bookmark infommda.blogspot.com

pengertian tipografi secara etimologi dan bahasa

Seorang desainer grafis pasti sudah tidak aneh mendengar kata tipografi tapi apa sih tipografi itu?. nah artikel kali ini akan saya jelaskan apa itu tipografi.
pengertian tipografi secara etimologi dan bahasa
Pengertian Tipografi

Pengertian Tipografi

Pengertian Etimologi tipografi/typography berasal dari sebuah bahasa Yunani. Typos yang artinya bentuk, sedangkan Graphein yang berarti menulis. Secara Bahasa Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk sebuah simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yang diharapkan.

Secara modern, Tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun output ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.

Ilmu tipografi digunakan pada banyak bidang diantaranya desain grafis, desain web, percetakan, majalah, desain produk dan sebagainya.

Tipografi memegang peranan yang penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita tampilkan kepada publik.

Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, tidak mungkin orang berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauannya. Begitu juga dalam tipografi, tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa.

Fungsi utama dari tipografi ialah membuat teks menjadi berguna dan mudah digunakan. Artinya tipografi berbicara tentang kemudahan membaca teks (readability) dan kemudahan mengenali setiap huruf dan kata (legibility).

Readability dipengaruhi oleh :

  1. Jenis huruf
  2. Ukuran 
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, perataan dan sebagainya. 
  4. Kontras warna terhadap latar belakang. 

Sedangkan legibility ditentukan oleh :

  1.  Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya. 
  2.  Penggunaan warna .
  3.  Frekuensi pengamat menemui huruf dalam kehidupan sehari-hari. 
Secara singkatnya Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal. Biasanya tipografi dipakai untuk menarik perhatian audience atau pemirsa sehingga bisa tertarik kepada produk yang akan kita jual.